Bismillah

Kata Awal
Home » » Kisah Pohon Mangga

Kisah Pohon Mangga

Written By zOELKHIEF on Sunday, September 15, 2013 | 3:58 AM




Pada suatu hari, Imam Syibli sedang berada di sebuah kebun yang subur. Tiba-tiba kedengaram suara memanggil-manggil,  “Syibli-Syibli!”
Imam Syibli berhenti dari pekerjaannya dan mencari-cari, siapakah gerangan yang memanggil-manggilnya. Ternyata suara itu datang dari pohon mangga.
“Apa maumu memanggil-manggil aku?” tanya Imam Syibli.
Makhluk gaib yang menyatu dengan pohon mangga itu menjawab, “Jadilah orang yang memiliki sifat mulia seperti aku.”
“Maksudmu?” tanya Imam Syibli kurang senang.
“Aku, jika dilempari orang dengan batu, akan melempari orang itu dengan buahkuyang lezat-lezat.”
Imam Syibli menjawab, “Oh, memang baik buatmu. Tapi mengapa nasibmu tidak baik penghabisannya?”
Kini, pohon mangga yang keheranan. Ia pun bertanya, “Maksudmu?”
Imam Syibli menerangkan, “Kalau engkau sudah tidak ada gunanya lagi, sudah tua, batangmu akan ditebang, daun-daunmu akan digunduli, dan dirimu akan dimangsa api sebagai kayu bakar.”
Pohon mangga itu dengan sedih berkata, “Itulah kesalahanku. Aku tidak seperti pohon cemara, yang bisa condong ke barat bila angin bertiup ke barat, dan condongketimur bila angin bertiup ke timur.”
“Jadi, mana yang lebih baik, nasibmu atau nasib pohon cemara?” tanya Imam Syibli.
“Inilah kebanggaan saya. Memang pohon cemara dapat selamat dengan cara seperti itu, tetapi kalau tua pohon cemara hanya akan roboh begitu saja, dan tidak ada yang mengambilnya sebagai kayu bakar, apalagi buat arang. Sedangkan aku, meskipun penghabisanku dibakar orang, namun aku hancur dengan terhormat. Sebab manusia tidak akan sembarangan membakar tubuhku bila tidak untuk memasak atau keperluan lainnya, seperti membuat arang. Jadi aku masih ada gunanya sampai akhir hidupku. Abu bekas pembakaranku pun masih dicari orang untuk menggosok perabotan rumah mereka karena abuku terkenal mahal dan dapat membuat logam-logam menjadi bersih dan mengkilap. Jadi nasibku lebih baik daripada pohon cemara.”
Imam Syibli mengangguk-angguk kepala tanda menyetujui prndapat pohon mangga, lebih baik mati terhormat daripada menjual harga diri dengan bersikap munafik, bersedia mengikuti arah kemanapun angin bertiup.
Sumber : http://health.lintas.me/go/cerita-islami.com/kisah-pohon-mangga-cerita-islami 
Gambar : http://www.google.com/imgres?imgurl=http://blog.leipzic.com/wp-content/uploads/2012/05/POHON-TERLARANG.jpg&imgrefurl=http://blog.leipzic.com/2012/03/26/buah-pengetahuan-yang-baik-dan-jahat/&usg=__REGYuhrdUU6OBLhnyIYovQE6xXE=&h=1205&w=900&sz=71&hl=id&start=16&sig2=3Hd--cIdf0JFZPJbDnTdFA&zoom=1&tbnid=WRHCu2dRPgHD-M:&tbnh=150&tbnw=112&ei=4pE1UvX4HobRrQfd7YHIAw&um=1&itbs=1&sa=X&ved=0CEoQrQMwDw
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Zoel Template | Zulkifli Abu Fatih
Copyright © 2011. If We Believe,We Can !! - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Zoel Template
Proudly powered by Blogger