Keajaiban Sedekah dan Tahajud -
Dua kisah Ini adalah
kisah nyata! Bukan fiksi. Karena Ibadah Sedekah dan Tahajud atau
Qiyamul Lail adalah ibadah yang sangat dianjurkan Allah dan RosulNya
karena sering diulang dalam Alqur’an. Perintah Tahajud diwajibkan di
tahun pertama turunnya erintah tahajud. Langsung saja kita awali dari
kisah Keajaiban Sedekah.

Kisah ini sebenarnya diawali kegundahan sepasang suami istri akan
kebahagiaan yang mereka dapatkan dari harta yang dimiliki. Mereka seakan
tidak merasa bahagia walaupun hartanya berlimpah. Bagi mereka, yang
terpenting adalah ketenangan hidup. Akhirnya suami istri ini mengambil
keputusan yang tergolong nekad. Mereka memberikan hampir semua hartanya
untuk mereka sedekahkan di jalan Allah. Hanya satu tujuan mereka; ingin
hidup tenang dan tidak terbelenggu dengan nikmat sementara duniawi.
Mobil dan beberapa harta berharga lain mereka jual dan mereka
sedekahkan. Mereka tidak takut akan kelaparan, karena mereka yakin Allah
pasti akan menolong dan memberikan jalan terbaik bagi mereka.
Allahu Akbar! Bukan kesengsaraan yang mereka dapatkan akibat membuang
hampir semua harta mereka demi ingin memulai hidup sederhana itu,
tetapi kekayaan suami istri ini malahan berlipat-lipat tak terhingga.
Kini mereka mempunyai dua perusahaan besar, seakan-akan perusahaan yang
dulu dijual untuk disedekahkan malahan diganti 2 perusahaan yang jauh
lebih besar dan sangat terkenal oleh Allah. Kini mereka sangat bahagia
dengan kekayaan yang mereka miliki. Lebih dahsyat lagi, sepasang suami
istri ini ingin memulai lagi seperti yang mereka lakukan beberapa tahun
yang lalu. Mereka akan menyedekahkan dua perusahaan itu, bukan imbalan
Allah yang mereka harapkan, tapi perasaan sangat dekat dengan Allah dan
merasa diperhatikan dan disayang Allah itulah yang tidak bisa
digambarkan oleh mereka saat melakukan cara ini.
Sebenarnya langkah yang dilakukan oleh sepasang suami istri ini
adalah langkah logis, cuma belum banyak orang yang berani melakukannya.
Tentang sedekah Allah bahkan menjanjikan langsung akan melipat gandakan
beberapa kali lipat jika manusia melakukannya dengan ikhlas hanya untuk
Allah semata. Bahkan balasan atau pahala dari sedekah akan lebih
berlipat-lipat lagi jika dilakukan untuk keperluan berjuang di jalan
Allah. Semoga kisah di atas bisa membuka mata hati kita akan kekuatan
sedekah. Sedekah seperti bernafas, kita harus mengeluarkan nafas kotor
banyak untuk bisa menghirup udara bersih banyak pula. Jika mengeluarkan
nafas kotor sedikit, akan sedikit pula udara bersih yang bisa kita
hirup.
Kisah Nyata Keajaiban Sholat Tahajud
Jam menunjukkan angka 4 pagi. Suasana hening. Tak ada yang bergerak
kecuali dedaunan pohon yang ditiup oleh angin malam hari. Ujung-ujung
dahan merangkul jendela rumahku. Tiba-tiba alarm berbunyi. Khadijah
langsung mematikan alarm. Bangun dan bergegas ke kamar mandi. Langkahnya
begitu berat karena ia tengah mengandung 8 bulan. Perutnya semakin
membesar dan kakinya membengkak. Mudah lelah, nafasnya berat dan
wajahnya pucat, matanya membengkak karena banyak menangis.
Ia tetap bangun malam itu, padahal adzan subuh masih satu jam lagi.
Khadijah adalah teman dekatku, usia perkawinannya sekitar tiga tahun.
Pada saat diberitakan positif hamil, ia dan suaminya sangat girang
membayangkan segera dapat menggendong anak pertamanya. Namun pada
beberapa bulan usia kehamilannya di saat visit ke dokter spesialis
kandungan, setelah mendapatkan pemeriksaan sebagaimana biasa, lalu
dokter tersebut mengatakan bahwa bayi yang dikandungnya mengalami
kelainan organik, hanya memiliki satu ginjal!
Subhanallah, ini
terjadi di negeri Barat, yang ilmu kedokterannya sangat maju. Tetapi
para dokternya tidak memiliki perasaan manusiawi sedikitpun, salah satu
korbannya adalah temanku Khadijah yang secara psikologis menjadi takut
dan mencekam setelah mendengar vonis dokter perihal bayinya.
Khadijah keluar dari pemeriksaan dengan wajah yang layu. Seperti
orang yang linglung tidak tahu bagaimana bisa sampai ke rumah, kelahiran
pertama dengan bayi yang hanya memiliki satu ginjal? Apa yang harus
dilakukan? Ataukah dokternya yang salah mendiagnosa? Khadijah dan
suaminya tetap berikhtiar ke dokter lain, tetapi tetap saja mereka
menjelaskan diagnosa yang sama, satu ginjal!!! Setiap kali visit ke
dokter harapannya semakin tipis, hingga akhirnya ia pasrah menerima
kenyataan. Dokter terakhir yang menjadi langganannya mengatakan bahwa
hendaknya ia jangan membuat dirinya menjadi lelah dan stres, karena hal
itu tidak akan merubah keadaan anaknya. Setelah itu ia sadar bahwa tidak
ada yang dapat diperbuat olehnya melainkan menghadap Allah dengan doa.
Sejak saat itu ia selalu bangun di sepertiga malam untuk tahajud dan
mendoakan anak yang kelak akan dilahirkannya, ia yakin dengan firman
Allah,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ
الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي
لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ﴿١٨٦﴾
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, maka
(jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan
orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka
itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman
kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ
وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ﴿١٧﴾
“Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka
tidak ada yang menghilangkannya melainkan dia sendiri. Dan jika dia
mendatangkan kebaikan kepadamu, maka dia Maha Kuasa atas tiap-tiap
sesuatu.”
وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ
وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَن
يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ﴿١٠٧﴾
“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak
ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki
kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia
memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara
hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ
يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ﴿٦٠﴾
“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan
Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri
dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.
Juga Rasulullah SAW bersabda,
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ
إِلَىالسَّمَاءِ الدُّنْيَا, حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرِ
فَيَقُوْلُ: مَنْ يَدْعُوْنِي فَأَسْتَجِيْبُ لَهُ, مَنْ
يَسْأَلُنْيفَأُعْطِيهِ, مَنْ يَسْتَغْفِرُنْي فَأَغْفِرُ لَهُ” (رواه
البخاري ومسلم)
“Setiap malam Allah Ta’ala turun ke langit dunia, ketika datang
sepertiga malam terakhir, lalu Allah berfirman, “Barang siapa yang
berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku, Aku
berikan, siapa yang memohon ampun kepada-Ku Aku ampuni”. (HR Bukhari
Muslim).
Khadijah yakin tidak ada tempat untuk mengadu kecuali kepada-Nya,
karena itu ia tidak ragu-ragu untuk selalu bangun satu jam sebelum fajar
atau lebih. Meskipun kehamilannya menyebabkan lelah dan kurang tidur.
Setiap malam selalu bangun di sepertiga akhirnya, sujud di tempat shalat
dengan penuh khusyu, seraya memohon kepada Allah agar dikaruniai
seorang putri yang sehat dengan ginjal normal (dua ginjal). Ia terus
berdoa dengan suara yang lirih. Tangisnya membasahi alas sujudnya. Tidak
luput semalam pun dan tidak bosan sedikitpun dari sujud dan ruku’.
Meskipun melakukannya dengan susah payah, ia tidak surut dari usahanya
dan tidak mengeluh sedikitpun. Setiap kali dokter kandungan
memberitahukan hasil pemeriksaan, semakin bertambah semangatnya untuk
qiyamullail di sepertiga malam terakhir.
Suaminya sangat iba kepadanya setiap malam bangun untuk bermunajat,
sang suami khawatir istrinya depresi ketika putrinya lahir dengan satu
ginjal. Namun ia sadar bahwasanya Allah SWT terkadang mengabulkan doa di
akhir (las minutes), sebagaimana Rasulullah SAW bersabda dari Abu Said
Al-Khudry,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيْهَا إِثْمٌ وَلاَ
قَطِيْعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ الله بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ: إِمَّا
أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يُدَخَّرَهَا لَهُ فِي
الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يُصْرَفَ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِثْلِهَا
قَالُوْا إِذًا نُكْثِرَ قَالَ اللهُ أَكْثَرُ” رواه أحمد
“Tiada seorang muslim berdoa dengan doa yang tidak mengandung
unsur dosa dan memutus silaturahim, melainkan Allah berikan kepadanya
tiga kemungkinan: dipercepat pengabulan doanya, ditangguhkan pengabulan
doanya sampai di akhirat nanti, atau dihindarkan dari keburukan
sebanding dengan kebaikan yang diminta. Para sahabat berkata, “Kalau
begitu kita minta sebanyak-banyaknya.” Nabi bersabda, ”Allah lebih
banyak lagi (karunia-Nya).” (HR. Ahmad).
Ia selalu mengingatkan suaminya bahwa tidak ada jalan baginya kecuali
meminta kepada Allah. Jika tidak meminta kepada Allah, kepada siapa
lagi kita meminta? Sebagaimana syair mengatakan:
لاَ تَسْأَلَنَّ بَنِي آدَمَ حَاجَـــةً # وَسَلِ الَّذِيأَبْوَابُهُ لاَ تُحْـــجَبُ
اللهُ يَغْضَبُ إِنْ تَرَكْتَ سُؤَالَهُ # وَبَنِي آدَمَ حِيْنَ يُسْأَلُ يَغْضَبُ
| Jangan meminta sesuatu kepada anak Adam |
Mintalah kepada Yang pintu-Nya tak tertutup |
| Allah marah jika Anda tidak meminta-Nya |
Sedang anak Adam marah jika diminta |
Bagaimana Anda tidak meminta kepada Allah SWT, sementara Rasulullah telah meriwayatkan dari Tuhan melalui hadits qudsi,
يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ
وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ
إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلَّا كَمَا
يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْر
“Hai hambaKu, seandainya yang pertama dari kalian dan yang
terakhir dari kalian, seluruh manusia dan jin berdiri di satu tempat,
lalu mereka meminta kepadaku, maka akan aku kabulkan permintaannya
masing-masing, tidak ada yang berkurang sedikitpun dari-Ku, kecuali
seperti berkurangnya air laut ketika jarum dimasukkan ke dalamnya lalu
diangkatnya” (HR. Muslim)
Dua pekan sebelum kelahirannya, Khadijah datang ke rumahku. Ketika
masuk waktu Zhuhur kami shalat berjamaah. Ketika aku bangun dari shalat,
tangannya merengkuh tanganku seraya berkata bahwasanya ia merasakan
sesuatu yang aneh. Lalu kami segera pergi ke rumah sakit, ternyata hal
itu adalah tanda-tanda akan melahirkan. Aku berdiri di sampingnya. Ia
terus banyak berdoa dan memohon semoga anaknya yang lahir selamat dan
normal dengan dua ginjal. Setelah berjuang antara hidup dan mati,
putrinya pun lahir, ia memberinya nama “Fatimah”. Fatimah lahir dengan
berat badan yang kurang, posturnya kecil, akibat dari hanya satu ginjal
yang dimilikinya. Khadijah menangis dan aku pun tak kuasa menahan
tangis, karena membayangkan bagaimana Fatimah dapat hidup dengan hanya
satu ginjal?
Tiba-tiba dokter datang dan yang mengejutkan dokter tersebut berkata
bahwa ternyata Fatimah kondisinya sehat dan yang lebih mengagetkan lagi
dokter menyatakan bahwa ternyata ginjalnya dua (normal). Kami terhenyak
sejenak seperti tak percaya dengan semua ini. Subhanallah! Alangkah
Penyayangnya Allah kepada makhluk-Nya. Kini Fatimah berumur 5 tahun,
semoga Allah melindunginya dan menjadikannya sebagai penyedap mata bagi
yang memandangnya.
Sumber: dakwatuna.com
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا » وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً
“Aku
dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti
ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari
telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta
agak merenggangkan keduanya. HR al-Bukhari (no. 4998 dan 5659).
sumber : http://griyayatim.or.id/artikel/keajaiban-sedekah-dan-tahajud.html